la joie de vivre

Today, Jakarta was shocked by 2 totally unrelated suicides, not even yet 25 years old. One was in Grand Indonesia and the other was in Senayan City. Sometimes, I wonder what really crosses their mind, what makes them think that there's no possible way out or what's so painful that it has no cure.

I cannot judge for maybe I never or will never stand on their shoes. I never had that kind of life, but I do know it's important to always be grateful. For instance, Monday is never anyone's favorite day (except that you're having your day off on that day), but this Monday was special, very special indeed. We were celebrating Diana's birthday (her birthday is 27 November 2009: Happy birthday, darling friend!). I don't know how to begin telling how much this woman means a lot, how deary she's to me.

At noon, without (or with) any proper plan, we went to visit Cici. She's on her 3 months maternal leave and there he was, Jovan Yudhistira, Cici's second son, as cute as an button.

If Maria found raindrops on roses and whiskers on kitten comforting, and thinking of them made her feel good, I think my joie de vivre (actually one of them) is being with my loved ones, celebrating their existance. If you don't believe me, start celebrating your loved one's existance with cake, food, (or wine, if you fancy it) and silly jokes, you will feel it.

And I guess that's what all the fuss of celebration is. Yes, putting up those decorations, baking cakes, preparing a feast are totally painful, but la joie de vivre it creates truly lasts forever or at least you will get a few laughs. Totally worth it!

11th jiffest

The 11th Jakarta International Film Festival (JIFFEST) is here! I was so excited about it last year, but this year I'm planning to watch more movies, even I have to go alone. Actually, today is the first day of the public ticket pre-sale and I'm still at home. HAHAHA. This year, they only have one single venue for World Cinema (which is good!).

Movies I plan to watch:
5 December 2009
12:30 Terrible Happy (Danish)
15:30 Three Monkeys (Turkish)
19:00 Nord (Norwegian)

6 December 2009
12:30 Jerichow (Germany)
15:30 Troubled Water (Danish)

8 December 2009
19:00 Coco Before Chanel (French)

11 December 2009
18:45 Love and Rage (Danish)

12 December 2009
15:30 Everlasting Moments (Finnish)
19:00 New York, I Love You (English)

New York, I Love You requires an invitation, if you have an extra one, I wouldn't mind being your date! HAHAHAHA.

new moon

People are going to hate me for this. Early this week, I finally got to watch the movie, that somewhere someone claimed it as the movie event of the year. I can surely say that man was out of his mind.

Basically, New Moon picks up where Twilight left us. It's about the continuity of the romance between Bella and Edward, until it comes to the point when Edward thinks Bella being around the Cullens is just too dangerous. They left, she got broken-hearted. Here comes Jacob, the werewolf. They spent time together, they're in love. She got crazy, jumped off a cliff. The vampire thought she's dead and wanted to expose himself and die (how Romeo and Juliet, yes?). She came and told him that she's not dead and they're back together.

Just to type that paragraph hurt my chest, really. It does make me wonder, if she's going to be around the Cullens at the end, why did they leave in the first place? It's like the movie didn't really go anywhere. It's like the whole 130 minutes means nothing. I call that stupidity.

The funny thing when I watched the movie is I sat next to bunch of girls. Every time Edward kissed Bella, they sighed or giggled seriously! Or when Jacob (or Taylor Lutner) takes off his shirt (I mean, he's not even 18 yet!). But then me, playing with my phone during the movie was more annoying. I felt bad afterwards, but I just couldn't help myself. I got bored.

Don't ask me whether I'm on Team Edward or Team Jacob, I can simply tell you that I hate this movie and not even Dakota Fanning could save it.

PS: Michael Sheen, shame on you! You're an actor! You shouldn't be in this movie!

5 things you (might) want to know about me

Well, I have this idea of writing 5 things that truly show who I am. Honestly, it's not easy. I have been editing for many times. Until I think now it's appropriate (it does show something, doesn't it?).

One, I like my bedroom. I think it has everything that one can possibly need. Books, DVDs, a comfy bed, TV, and a 24 hours connection to the world (Yes, I'm a freak!). A friend once said that it's a madness that I enjoy staying in, but then I told him: you would too if you had my bed room. I believe one's bedroom should be the most convenient room in the house. HEHEHE.

Two, I'm not an open person. It's difficult for me to really expose myself to someone or anyone. I once wrote how I clustered people I know in life and I have no idea why I did that. I don't think anyone in this world can admit that they really know me. Not even if you read this blog religiously, because the truth is: I often delete many-almost-published entries.

Three, I don't eat sweet before 8 o'clock in the morning and after 10 at night. I don't know why really, I think it's just my body saying I don't really enjoy sweets, but if I have to, maybe only a tiny bit. HEHEHE.

Four, I hate ceremonies. All my life, I have only attended not more than 4 weddings, 3 funerals and on my graduation, I wore t-shirt, jeans and a pair of adidas. I didn't even bring my parents, because I planned not to stay long (and I don't have any photos of my graduation).

Five, I still have no idea who I want to be in life. When I was a kid, I always wanted to be a president, then a doctor, then a writer. But today, now, I still haven't been able to figure it out. I'm screwed, big time! HEHEHE.

wanita dalam film adrian lyne, part i

Liburan di akhir bulan selalu tidak menyenangkan, karena budget yang terbatas untuk benar-benar menikmati liburan di luar kota atau mungkin untuk sekedar rekreasi di pusat keramaian. Intinya, liburan di akhir bulan paling mantap (atau irit) dihabiskan dengan hibernasi di kamar.

Salah satu kegiatan yang memang paling pantas dilakukan (dan murah) adalah nonton DVD, yang mana liburan panjang minggu terakhir November gue lakukan. Bukan sembarang DVD, tapi kali ini gue memilih menonton film-film Adrian Lyne.

Adrian Lyne adalah sutradara dari Inggris yang sepanjang kurang-lebih 30 tahun karier-nya hanya menyutradarai 9 film (dan gue hanya nonton 6 film). Film terakhirnya adalah Unfaithful, yang berhasil mempopularkan kembali Diane Lane (I love her!).

Searah jarum jam (dari kiri atas): Alex Forest (Glen Close), Alex Owens (Jennifer Beals), Elizabeth McGraw (Kim Basinger), Diana Murphy (Demi Moore)

Liburan kemarin, gue hanya disempatkan untuk menonton (kembali) 4 film karya Lyne. Yang pertama (berdasarkan tahun edar), adalah Flashdance.

Tokoh Alex Owens adalah seorang wanita muda yang bekerja di dunia pria. Siang hari Alex bekerja di perusahaan konstruksi, dan yang pada malam hari berubah menjadi seorang penari. Alex mempunyai impian untuk menjadi seorang penari profesional. Flashdance berkutat bagaimana Alex akhirnya mempunyai keberanian untuk audisi di sebuh sekolah tari yang konservatif.

Flashdance adalah salah satu film popular di era 80an. Begitu popular-nya film ini, semua wanita pada jaman itu (konon) memotong sweatshirt mereka sehingga menyerupai sweatshirt yang dipakai oleh Jennifer Beals di poster film Flashdance. Soundtrack dari film ini juga tidak kalah popular. Hingga saat ini, sapa yang tidak tahu lagu What a Feeling, yang juga memenangin Oscar untuk lagu terbaik tahun di mana film ini diedarkan.

9½ WEEKS (1986)
Film kedua adalah 9½ weeks. Diedarkan tahun 1986, film ini disebut-sebut sebagai film Lyne yang paling disalah-mengertikan oleh kritik film. Saat dirilis, kritik secara kejam membenci film ini. Jujur, gue yang sudah nonton film ini berkali-kali tetap gak ngerti apa maksud dari film ini.

Penafsiran gue, film ini berkisar dalam hidup seorang wanita yang bernama Elizabeth, yang adalah wanita baik-baik. Setelah bercerai dari pernikahannya selama 3 tahun, Elizabeth bertemu dengan John dan terlibat dalam hubungan erotik, yang penuh dengan permainan-permainan sensual, sampai satu saat Elizabeth merasa hubungan ini sudah tidak sehat dan dia tidak mengenali lagi siapa dirinya.

9½ weeks menjadikan Kim Basinger sebagai salah satu bintang Hollywood terseksi di era 80an, yang uniknya semua adegan panas di film ini, Basinger menggunakan seorang pemeran pengganti. Rencana pembuatan sequel dari film ini dibatalkan karena Basinger menolak untuk tampil di film tersebut.

Teman gue, pernah melihat DVD ini di kamar gue dan dia dengan hidung ala penduduk Whoville mengarahkan jari telunjuknya dan berkata: Alex, ini adalah film porno! Gue tidak menyalahi dia sepenuhnya untuk kebodohan itu, memang film ini harus disensor sedemikian rupa hingga boleh ditanyakan di biskop Amerika dengan rating R (untuk mengerti tentang sistem rating film di Amerika, baca di sini).

bersambung ke sini.

wanita dalam film adrian lyne, part ii

Sambungan dari sini.

Berikutnya adalah Alex Forrest, dalam Fatal Attraction. Diperankan dengan begitu baik oleh Glen Close, yang pada awalnya, bahkan Lyne sendiri tidak menyetujui peran ini diberikan kepadanya. Fatal Attraction singkatnya bercerita tentang pria berkeluarga yang terlibat dalam selingkuhan semalam, yang ternyata tidak berakhir begitu saja, tetapi justru mendatangkan bencana. Intinya, Fatal Attraction adalah peringatan untuk semua pria beristri untuk tidak selingkuh.

Gosipnya, ada lebih dari 20 sutradara yang menolak menyutradarai film ini, sebelum akhirnya jatuh di tangan Lyne dan lebih dari 20 aktris Hollywood pada masa itu yang dipertimbangkan untuk memerani Alex Forrest (termasuk: Michelle Pfeiffer, Madonna, Jennifer Jason-Leigh, Meryl Streep, Isabella Rosellini), yang akhirnya jatuh ke tangan Close. Close setelah menyetujui memerani Alex Forrest, membawa naskah film ini ke seorang psikiater dan tanya: apakah tokoh ini mungkin ada dan mengapa.

Glenn Close sendiri mengaku kalau hingga saat ini, dia sering didatangin pria-pria yang mengaku kalau mereka takut terhadap tokoh yang dia perankan itu. Dan (this one's freaky) hingga saat ini, Close masih menyimpan pisau yang ia pakai di film tersebut.

Selain merupakan film terlaris di tahun 1987, film ini juga berhasil mendapatkan beberapa nominasi Oscar, termasuk untuk film terbaik, sutradara terbaik (Lyne), aktris terbaik (Close) dan aktris pendukung terbaik (Anne Acher).

Adalah Diana Murphy yang bersedia tidur selama 1 malam dengan seorang jutawan senilai 1 juta USD untuk menyelamatkan pernikahannya dari hutang. Pergumulan yang muncul kemudian adalah, mungkinkah cinta dibeli dengan uang? Mungkinkah seks hanya seks?

Dibintangin oleh Demi Moore, yang pada saat itu, sedang berada di puncak kejayaannya. Demi Moore sangat cantik bukan di film ini? Peran Diana Murphy awalnya ditawarkan kepada Julia Roberts, yang saat itu sedang ngetop-ngetopnya dengan film Pretty Woman.

Walau pada akhirnya, uang bukan segalanya, cinta seharusnya dapat mengalahkan semua tantangan, Diana kembali bersama dengan suami-nya, David. Manis bukan?

Beberapa artikel (atau buku) meng-kritik peran-peran wanita dalam film Lyne terlalu sensual dan merendahkan martabat wanita. Alex Owen, berusia 18 tahun yang masih mengejar mimpi sebagai penari, terlibat hubungan percintaan dengan pria berumur (paling tidak berusia 40 tahun). Alex Forrest is simply crazy, she's a warning to all married men to keep it in their pants. Selama sembilan setengah minggu, Elizabeth mengeksposisikan dirinya terhadap permainan-permainan sensual yang memaksa lembaga sensor Amerika untuk memotong film ini. Diana Murphy singkatnya adalah seorang pelacur.

Gue bukan seorang misogynist dan gue gak pernah menganggap peran-peran wanita di film ini merendahkan martabat wanita dalam bentuk apapun. Kalaupun iya, rasanya seorang Glenn Close tidak akan menerima peran Alex Forrest. Close adalah aktris yang cerdas.

The truth is: I find them fascinating and I wish Lyne would make more movies. Adrian Lyne, despite the wide-range qualities of his movies, has tickled us and somehow made us think (or at least, me). It would be interesting. Don't you agree?

morning rain

It was raining all day and I remember I had this heavy headache. It's hurting so much, that I decided I would not get myself up that morning. Just when it's about noon, I got myself up, brushed my teeth, drank a glass of water and opened my window.

It's still raining. I was still in a very dark gloomy mood. I went outside, but on my way out of my room, I saw my camera. I decided to take some photos of the plant outside my house, for no reason. I just felt that I had to do it, taking that photo under the rain.

paranormal activity

Yup, gue harus akui kalau gue mulai menjadi seorang pengecut. Kadang-kadang, ketika mempersiapkan sebuah entry, gue suka nge-upload foto-nya terlebih dahulu baru kemudian (setelah beberapa hari) menulis artikel-nya. Nah, gue berniat mengupload foto still dari film Paranormal Activity, dan kejadiannya gue selalu gagal. Tentu gue panik dong!

Maksud gue apa-apaan nih? Benarkah ada kutukan dari film ini sehingga mau nge-upload fotonya saja tidak bisa? Setelah gue cek, ternyata mereka sedang maintenance. Jadi, sekali lagi, yup, gue hanya paranoid!

Sabtu minggu lalu, gue menerima ajakan seorang teman untuk menonton film yang disebut-sebut oleh kritikus Amerika sebagai film horror yang paling menakutkan. Film horror yang memberikan definisi baru kepada genre ini. Dan sebagai orang yang tidak mudah ditakuti, tentu saja pendapat kaum kritikus ini tidak mempengaruhi gue.

Karena ada janji terlebih dahulu, gue tiba di Blitz 15 menit setelah film dimulai, jadi sebenarnya gue hanya menikmati (atau dalam proses ditakuti) selama 84 menit.

Filmnya sendiri pada awalnya berjalan lambat. Laksana nonton Blair Witch Project, gambar film seolah-olah diambil dengan kamera amatiran. Bercerita mengenai sepasang pria-wanita yang dihantui, dan mereka memutuskan untuk merekam semua aktivitas yang terjadi terhadap mereka selama mereka tidur.

Anehnya, gue dan teman gue mempunyai perasaan yang sama ketika kami menonton film ini. Kami sangat menanti-nantikan adegan malam, di mana mereka tidur dan hal-hal yang tidak dapat dijelaskan oleh akal terjadi (yup, it's a fiction, both Katie and Micah are alive).

Seperti yang gue bilang, adegan film ini berjalan begitu lambat, tapi 15 menit terakhir dari film ini membuat gue dan gue yakin sebagian besar dari penonton di biskop itu menahan nafas, menutup mata dan mungkin meremas tangan orang di sebelahnya.

Gue gak akan menceritakan apa yang terjadi pada 15 menit itu, tapi gue akan menceritakan apa yang diakibatkan dari 15 menit itu terhadap tidur gue selama 3 malam ini. Gue gak bisa tidur, gue selalu terbangun antara jam 2 hingga 3 pagi (adegan pasangan ini diganggu pada waktu mereka tidur selalu jam 2-3 pagi) dan sekarang, gue hanya mempunyai dua pilihan ketika tidur: tidak memakai selimut atau memakai selimut tapi mengikat selimut itu di salah satu ujung tempat tidur gue, sehingga selimut itu gak bisa ditarik.

HAHAHAHA, yup, sekali lagi, gue seorang pengecut!

julie & julia

Julie & Julia received mixed reviews from the critics. Some said it's too long and boring, but how can I not love this movie? It has everything that I adore. It's set in both Paris and New York (which are my favorite cities), it's about cooking, food and blogging. It has Meryl Streep, Amy Adams and the lovely Jane Lynch, whom made a small appearance.

It is true that the movie has its flaws and Amy Adams was just way too charming. The ending is a bit awkward, and Yes, Julie and Julia cannot (or MUST NOT) be compared to Ephron's other hits (like I've Got Mail or Sleepless in Seattle), it doesn't deserve to be put in that classic category.

But still I have enough reasons to love the movie as the first french word came out of Streep's mouth. Some said, Streep might get another oscar nom for this role, or at least, a Golden Globe nomination in the comedy/musical category.

the dance within

Last Saturday, I went to the RRI Auditorium to see a friend's dance recital. A belly-dancer. I was amazed. Yes, there were some troubles with the sound-systems and the light coordinator was a bit confusing. But the main course of the event was served just right!

I have to admit watching those hip-hop dancers made me a bit glad that I have given up my dancing days at the clubs. They're so good. And belly dancing has always been a mystery for me since the first time my friend, Yuska said he was interested to learn the dance. Why a mystery? The dance looks seductive, sensual yet it's not and never be erotic.

Years after that and now, I got to watch him perform, I cannot help myself but be very proud of what he has achieved. Well done, Yuska!

monday (nearly) at the end of november

It's Monday and I can tell you whoever said that he/she loves Monday, that person is just mad! Anyway, I was on my way to work. I noticed it was the last week of November 2009. I was (still am) actually a bit worried how I seem to have done nothing. Anyway, like I said it's still a month away to 2010. I shall contemplate later.

The other thing is I miss MMR. I'm sorry we didn't get to spend more time this weekend. Again, thank you so much for understanding that I needed to be with my friends. I hope to see you soon.

she's a mom again

Finally, Cici gave birth to a healthy boy on Tuesday, November 10, 2009. I finally will be able to meet this tiny young man. I went on a trip to Bali, chasing some boats, with him when he was little inside his mommy's tummy. I had lunch with him for almost every day for 9 months.

Anyway, congratulations Cici and Pak Yuyatno! Jovan Yudhistira, welcome, kid!

reintroduce: milo

I once wrote something short about Milo. Now after three months, Milo is getting cuter and this is him again. He's still a kid, he still likes playing. See how he chewed my fingers, my sister kept telling not to do that, but that look was so adorable.

mad about glee

Gue baru sadar kalau ini adalah post pertama gue mengenai serial TV. Walau gue mengikuti beberapa serial TV, tapi hanya segelintir serial TV yang gue ikutin lebih daripada 3 (tiga) musim. Salah satu serial TV yang gue ikutin saat ini adalah GLEE.

Di Amerika, Glee diputar di channel FOX. Glee sendiri bercerita mengenai sekelompok anak-anak sekolah William McKinley di Ohio yang tergabung dengan kelompok vokal, yang dilebih dikenal dengan Glee Club. Glee Club dipimpin oleh Will Schuester, setelah pemimpin Glee yang terdahulu dipecat oleh sekolah tersebut.

Schuester, yang adalah seorang guru bahasa spanyol, berambisi membawa kembali kejayaan Glee Club, yang nyaris ditutup karena kurang-nya peminat dan bahkan Schuester harus membayar USD 60 setiap minggu supaya Glee Club diijinkan untuk berlatih.

Apa yang membuat Glee begitu luar biasa? Glee bukanlah sesuatu yang baru di televisi. Bahkan dalam beberapa tahun yang lalu, Disney sudah terlebih dahulu mengeluarkan apapun yang musikal, dari Hanna Montana sampai High School Musical. Di tahun 70an, kita mengenal Fame.

Glee menjadi begitu istimewa, mungkin karena mengudara tepat pada waktunya, di mana TV sedang dipadati oleh serial mengenai forensik kriminal atau vampire atau kurangnya serial komedi di TV saat ini. Glee memiliki apa yang disebut elemen-elemen pendukung yang tepat, seperti alur cerita, para bintangnya dan jangan lupa, tokoh-tokoh utama di Glee adalah mereka yang dianggap pecundang. Everyone just loves the underdogs!

Glee, sebagai serial komedi musikal, tentunya menjadikan musik sebagai salah satu unsur yang penting. Begitu luar biasanya pengaruh serial ini, beberapa penyanyi bahkan rela untuk tidak mendapatkan royalti dengan membiarkan lagu mereka dipakai di serial ini. Gue sempat menahan nafas mendengar rendisi mereka terhadap lagu Rehab-nya Amy Winehouse, Mercy-nya Duffy atau bahkan lagu Take a Bow-nya Rihanna.

Hingga saat ini, Glee belum ditayangkan di televisi lokal *sayangnya*, dan di Amerika sendiri, sudah memasuki episode ke 8. Semoga Starworld menayangkan serial ini.


If you love gastronomy adventures, kulineran might be one of your references. It's quite new and I contribute as one of the bloggers. If you have any suggestions, or maybe information regarding your own favorite restaurants, we are more than delighted to hear it. Thanks!