balada pejalan kaki

Fiuh, gue pulang gereja Minggu malam kemarin dengan berjalan kaki. IYA! Benaran! Berjalan kaki! Kalo diitung jarak sih, lumayan yah! Lumayan dekat! HEHEHE. Tapi jujur saja, berjalan kaki di Jakarta itu sama menantangnya dengan berburu hiu di lautan biru, karena sama-sama mempertaruhkan nyawa! BAYANGKAN!

Kenapa? Pertama, trotoar di Jakarta itu gak layak jalan banget! Beberapa tahun yang lalu, gue sempat tinggal di Philadelphia (belagu dikit!), dan tuh kota enak banget buat jalan. Tiap Sabtu atau Minggu, gue bisa berjalan sekitar 20 - 25 blok, alhasil biar kaki gue bengkak kayak melon, tetap aja gue menikmati acara berjalan-jalan gue itu.

Sedangkan di Jakarta, boro-boro mau jalan, tempat buat jalannya saja gak tersedia. Alhasilnya, gue malah sedikit berakrobat di tepian pemisah jalan dengan bikini bottom-nya Pluit (alias got).

Kedua, gue mulai mempercayai kalo populasi motor di Jakarta itu melebihi populasi manusia. Kalo benaran, kisah film Matrix (tentang manusia versus mesin, man!) jadi kenyataan, rasanya motor akan jadi musuh manusia yang paling mengerikan (di samping oven dan toaster!). Iya, gini ceritanya, gue kan mau nyebrang dan sebagai penduduk Indonesia yang bertanggung jawab, gue memilih untuk menyebrang di zebra cross (dulu ada iklannya loh!).

Pas gue mau nyebrang, ada segerombolan motor yang mau lewat dan mereka bukannya memperlambat (itu zebra cross gitu!), yang ada malah mempercepat belalang tempur mereka dan alhasilnya gue melompat kaget dan gue dikasih umpatan pula! Benar-benar liar!

Ketiga, polusi udara di Jakarta (baca: Pluit) kayaknya sudah sangat mengerikan. Lama-lama gue mungkin bisa bermutasi menjadi penyu! Dulu waktu gue masih SMP (masih culun-culunnya), gue percaya kalo gambaran Alien di film-film Hollywood (mata gede, hidung dan mulut yang kecil) itu sebenarnya hasil evolusi manusia karena tingkat polusi yang semakin tinggi. Serem kan? Serem banget!


Orang atau kucing?

Yah, eniwei, melalui isi blog yang gue gak yakin ada yang baca, gue memohon kepada semua calon DPR, hayo dong bikin kota Jakarta kota yang layak buat pejalan kaki. Yah, gak usah kayak Phily deh, yang mana di jalan-jalan broadway tertentu, trotoar-nya gak kalah lebar ama jalan raya-nya. Hayo, kamu bisa!!

Salam dari pejalan kaki. :D

3 comments:

  1. BWAHHAHAHAHHAHAHHAHAHHAHAHHAHAHAHAHAHA

    ya beda dong jakarta sama PILIDELPIAH....

    ReplyDelete
  2. cs_for3v3r12/4/09 4:05 PM

    hm... bacaan ringan, tapi ada kebenaran serius di dalamnya. (CSF)

    ReplyDelete
  3. ah, mendingan Malang dan Surabaya! coba deh ke Surabaya, asik banget hampir setiap jalan besar ada trotoar yang besar dan dengaan taman! (dibangun dengan singapore sebagai modelnya!) gw makin cinta ma pak Bambang DH (walikota SBY)

    ReplyDelete